IndeksPencarianPendaftaranLogin

Share | 
 

 Pensiun dari kekayaanya demi kebahagiaan

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
javaindoland
Presiden


Jumlah posting : 92
Reputasi : 0
Join date : 12.02.10

PostSubyek: Pensiun dari kekayaanya demi kebahagiaan   Fri 26 Feb 2010 - 20:36



Seorang miliuner Austria, Karl Rabeder, memberikan setiap sen kekayaanya senilai total 3 juta poundsterling atau setara Rp 50 miliar setelah menyadari kekayaannya tidak membuat dirinya bahagia.

Rabeder (47), pengusaha sukses dari Telfs, kini tengah menjual vila mewah dengan danaunya serta pemandangan pengunungan Alps yang spektakuler senilai Rp 21 miliar. Dia juga menjual rumah pertanian dari batu serta belasan hektar lahan di sekitaranya di Provence dengan nilai Rp 10 miliar, serta enam koleksi pesawat terbang layang senilai Rp 6 miliar dan sebuah mobil audi mewah senilai Rp 700 juta. Selain itu, dia telah menjual perabot interior dan aksesori bisnis, dari vas hingga bunga artifisial.

"Rencana saya adalah untuk tidak menyisakan apa pun. Tidak memiliki apa pun," katanya kepada The Daily Telegraph pada awal pekan ini. "Uang itu kontraproduktif, uang menghalangi datangnya kebahagiaan."

Ia akan keluar dari rumah mewahnya itu, lalu menyepi ke sebuah pondok kayu kecil yang ciamik di pengunungan tersebut atau ke sebuah rumah sederhana di Innsbruck. Semua hasil penjualan hartanya akan menjadi modal untuk lembaga amal yang dia dirikan di Amerika Tengah dan Latin, tetapi ia tidak akan mengambil gaji dari situ.

"Lama saya meyakini bahwa dengan banyak kekayaan dan kemewahan berarti secara otomatis akan lebih membahagiakan," katanya. "Saya berasal dari kerluarga yang sangat miskin, yang aturanya adalah bekerja lebih keras untuk mencapai hal-hal material yang lebih banyak dan saya melakukan hal itu bertahun-tahun," kata Rabeder.

Namun, dia kemudian merasakan sesuatu yang lain, perasaan yang justru bertentangan dengan keyakinan awalnya. "Semakin sering saya mendengar kata-kata, 'Hentikan apa yang Anda lakukan sekarang, segala kemewahan dan konsumerisme ini, dan mulailah hidupmu yang sesungguhnya,'" katanya. "Saya merasa, saya bekerja laksana budak untuk hal-hal yang tidak saya ingin atau butuh. Saya kira bahwa ada banyak orang lain yang melakukan hal yang sama."

Bagaimanapun, selama bertahun-tahun dia tidak cukup berani untuk menghentikan semua hal yang memerangkap kenyamanan eksistensinya. Akhirnya titik balik itu terjadi saat dia berada dalam liburan selama tiga minggu bersama istrinya di Kepulauan Hawaii.

"Itu merupakan guncangan terbesar dalam hidup saya ketika saya menyadari betapa mengerikan dan tanpa perasaannya kehidupan bintang lima itu," katanya. "Dalam tiga minggu tersebut, kami menghabiskan semua uang yang mungkin dapat Anda belanjakan. Namun, dalam keseluruhan waktu itu, kami merasa bahwa kami tidak menemukan seorang pribadi yang nyata, semuanya aktor. Para staf memainkan peran untuk ramah dan para tamu memainkan peran sebagai orang penting dan tidak seorang pun nyata."

Dia memiliki perasaan bersalah yang sama ketika melakukan perjalanan ke Amerika Selatan dan Afrika. "Saya semakin mendapatkan sensasi bahwa ada hubungan antara kekayaan kami dan kemiskinan mereka," katanya. Tiba-tiba dia menyadari, "Jika saya tidak melakukan ini sekarang, saya tidak pernah melakukan hal ini dalam sisa hidup saya."

Maka, Rabeder memutuskan untuk mengundi rumahnya di Alpine. Ia menjual sebanyak 21.999 tiket lotere, masing-masing hanya seharga 87 poundsterling. Rumah di Provence di Desa Cruis dijual oleh agen properti lokal.

Semua uang akan disalurkan untuk usaha kredit mikro yang menawarkan pinjaman skala kecil kepada warga Amerika Latin dan membangun bantuan strategis untuk pemberdayaan diri orang-orang di El Salvador, Honduras, Bolivia, Peru, Argentina, dan Cile.

Sejak menjual hartanya, Rabeder mengatakan bahwa dirinya merasa bebas, tidak lagi merasa terbebani. Namun, dia mengatakan, ia tidak akan menghakimi orang kaya yang memilih untuk terus menumpuk kekayaan. "Saya tidak punya hak untuk memberikan nasihat bagi orang lain. Saya hanya mendengar suara hati saya..

Kagakribet.com
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://javaindoland.forumakers.com
Alfredo
Rakyat


Jumlah posting : 80
Reputasi : 6
Join date : 13.02.10

PostSubyek: Re: Pensiun dari kekayaanya demi kebahagiaan   Fri 26 Feb 2010 - 22:48

bagi bagi dong hartanya buat orang orang kita hheheh
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Juikido
Rakyat


Jumlah posting : 79
Reputasi : 4
Join date : 13.02.10
Age : 22
Lokasi : Bandung

PostSubyek: Re: Pensiun dari kekayaanya demi kebahagiaan   Fri 26 Feb 2010 - 23:48

iya nih lagi BU banget soalnya
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Flowflow
Rakyat


Jumlah posting : 91
Reputasi : 1
Join date : 13.02.10
Age : 28

PostSubyek: Re: Pensiun dari kekayaanya demi kebahagiaan   Sat 27 Feb 2010 - 1:01

yah kalau BU mah usaha dong biar dapat uang. masa mau malak malak di sini
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Gerald
Rakyat


Jumlah posting : 70
Reputasi : 0
Join date : 13.02.10
Age : 32
Lokasi : Yogyakarta

PostSubyek: Re: Pensiun dari kekayaanya demi kebahagiaan   Sat 27 Feb 2010 - 2:04

kebahagian itu mahal harganya. kekayaan tidak berarti dibanding kan kebahagiaan
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Sponsored content




PostSubyek: Re: Pensiun dari kekayaanya demi kebahagiaan   Today at 23:36

Kembali Ke Atas Go down
 
Pensiun dari kekayaanya demi kebahagiaan
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» [share] Caraku terhindar 100% dari Virus PC & Notebook ( No Deep Freeze )
» Ramalan Dunia Dari Tahun 2010 Sampai 5079
» Tanya Soal kirim motor dari amrik ke indo
» Salam kenal dari Peking Ujung Aspal Pondok Gede Mohon ijin bergabung
» Tangki dari fiber

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
 :: Percaya atau Tidak-
Navigasi: